Dalam dunia akademik dan profesional di Indonesia, penggunaan gelar menjadi hal yang sangat penting. Salah satu gelar yang sering kita temui adalah gelar drs. Meskipun terlihat sederhana, penulisan gelar ini punya aturan tersendiri yang perlu kita pahami agar tidak salah dalam menggunakannya. Pada artikel kali ini, kita akan membahas secara lengkap tentang penulisan gelar drs, mulai dari apa arti gelar ini, aturan penulisannya, hingga tips praktis untuk menggunakannya dengan tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Apa Itu Gelar DRS?
Gelar drs merupakan singkatan dari Doctorandus, sebuah gelar akademik yang diberikan kepada seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) di bidang ilmu sosial, humaniora, maupun ilmu pengetahuan lain yang menggunakan sistem pendidikan Belanda sebagai dasarnya pada masa lalu. Gelar ini sudah digunakan sejak zaman sebelum Indonesia menggunakan sistem gelar sarjana secara umum seperti sekarang.
Secara harfiah, “Doctorandus” berarti “yang harus menjadi doktor”, mengindikasikan bahwa pemegang gelar ini berpotensi melanjutkan ke jenjang doktor (S3). Namun, dalam praktik keseharian di Indonesia, gelar drs dipakai sebagai gelar sarjana untuk bidang sosial dan humaniora.
penulisan gelar drs yang Benar
Huruf Besar dan Kecil
Penulisan gelar akademik di Indonesia, termasuk drs, memiliki aturan khusus mengenai huruf besar dan kecil. Gelar drs ditulis dengan huruf kecil semua, tanpa titik di antara huruf. Jadi, yang benar adalah drs, bukan Drs. atau DRS.
Pengecualian dapat terjadi jika gelar itu berada di awal kalimat, dimana huruf pertama menjadi kapital, yakni menjadi Drs. Namun, dalam konteks penulisan gelar di belakang nama, huruf kecil semua adalah penulisan yang tepat.
Posisi Penulisan Gelar
Gelar drs biasanya ditulis di belakang nama lengkap seseorang. Misalnya: Apa Arti iPhone Inter? Penjelasan Lengkap untuk Kamu!
Andi Setiawan, drs
Penulisan yang benar adalah tanpa koma juga. Namun, penggunaan koma sebelum gelar kadang dapat ditemukan dalam dokumen resmi. Tetapi, untuk penulisan umum yang santai dan profesional, menulis nama lengkap langsung diikuti gelar tanpa koma adalah lebih tepat.
Penulisan Bersama Gelar Lain
Jika seseorang memiliki gelar lain, seperti gelar pendidikan (misalnya MPd) atau gelar profesi, gelar tersebut dapat ditulis secara berurutan setelah nama. Contoh:
Andi Setiawan, drs MPd Arti Mimpi Melihat Sandal Banyak: Tafsir dan Maknanya
Aturan huruf besar-kecil mengikuti aturan masing-masing gelar. Jadi, drs tetap kecil semua, tapi gelar lain yang formatnya kapital semuanya seperti MPd tetap ditulis sebagaimana mestinya.
Kesalahan Umum Dalam Penulisan Gelar DRS
Menulis Gelar dengan Tanda Titik
Satu kesalahan yang sering ditemui adalah penulisan gelar drs dengan titik (misalnya Drs.). Padahal dalam kaidah penulisan gelar Indonesia, untuk gelar drs tidak menggunakan titik setelah huruf.
Huruf Kapital Tidak Konsisten
Penulisan dengan huruf kapital semua atau huruf kapital di awal (misalnya Drs dalam posisi bukan awal kalimat) juga kurang tepat. Hal ini penting agar gelar yang ditulis terlihat rapi dan sesuai kaidah resmi.
Menempatkan Gelar di Depan Nama
Gelar drs biasanya ditulis di belakang nama. Menempatkannya di depan nama seperti drs Andi Setiawan bukanlah kaidah yang baku dalam penulisan gelar sarjana di Indonesia. Jadi hindari penulisan seperti ini kecuali memang dalam konteks formal tertentu yang sudah disepakati.
Penggunaan Gelar DRS Dalam Kehidupan Sehari-hari
Penggunaan gelar drs dalam surat menyurat, kartu nama, surat resmi, atau dokumen penting perlu diperhatikan agar memberikan kesan profesional dan sesuai etika akademik. Berikut beberapa contoh penggunaan yang tepat:
- Dalam kartu nama: Andi Setiawan, drs
- Dalam surat resmi:
Yth. Bapak Andi Setiawan, drs
Di Tempat - Dalam dokumen akademik atau laporan: setelah nama pada bagian pengesahan
Selain itu, bagi yang melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 atau S3, gelar drs tetap dituliskan sebagai gelar pendahulu, biasanya akan disandingkan dengan gelar baru sesuai jenjang yang ditempuh.
Perbedaan Gelar DRS dengan Gelar Sarjana Lain
Gelar drs lebih spesifik diberikan pada program studi tertentu yang berakar dari sistem pendidikan Belanda, biasanya ilmu sosial dan humaniora. Sedangkan gelar sarjana lain seperti SH, S.T., atau S.E. memiliki bidang keilmuan berbeda:
- SH: Sarjana Hukum
- S.T.: Sarjana Teknik
- S.E.: Sarjana Ekonomi
Meski sama-sama gelar sarjana, penulisan dan pemakaian gelar tersebut mengikuti aturan masing-masing. Gelar drs menjadi simbol lulusan ilmu sosial dengan ciri khas penulisannya yang unik.
Tips Agar Tidak Salah dalam Penulisan Gelar
Supaya tidak salah dalam menuliskan gelar drs, berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan:
- Perhatikan huruf kapital: pastikan menulis drs dengan huruf kecil semua kecuali di awal kalimat.
- Jangan tambahkan titik: gelar ini tidak memerlukan tanda titik di belakang huruf.
- Letakkan di belakang nama: hindari menulis drs di depan nama kecuali aturan resmi menyatakan lain.
- Konsisten dalam dokumen: gunakan penulisan yang sama dalam semua dokumen agar terlihat profesional.
- Ketahui konteks gelar lain: jika ada gelar lain yang disandingkan, pastikan urutan dan format huruf sudah benar.
FAQ Seputar Penulisan Gelar DRS
1. Apakah gelar drs harus selalu ditulis setelah nama lengkap?
Ya, gelar drs biasanya ditulis di belakang nama lengkap seseorang. Penulisan di depan nama tidak umum dan kurang tepat secara kaidah di Indonesia. Wikipedia Bahasa Indonesia
2. Apakah perlu menambahkan tanda titik setelah drs?
Tidak perlu. Gelar drs ditulis tanpa tanda titik di belakangnya.
3. Bagaimana jika gelar drs digunakan bersama gelar lain?
Gelar drs bisa disandingkan dengan gelar lain, seperti gelar magister (MPd) atau gelar profesi. Penulisan huruf kapital dan kecil harus sesuai aturan masing-masing gelar.
4. Apakah gelar drs harus ditulis huruf kecil semua?
Dalam penulisan posisi gelar akhiran nama, drs ditulis huruf kecil semua. Hanya jika berada di awal kalimat huruf pertama menjadi kapital (Drs).
5. Apakah gelar drs masih berlaku bagi lulusan baru?
Gelar drs umumnya diberikan pada lulusan program studi yang sudah lama menggunakan sistem tersebut. Saat ini, program studi yang dulu memakai gelar drs banyak sudah beralih ke gelar sarjana (S1) dengan sebutan lain sesuai program studi.
Demikian pembahasan lengkap mengenai penulisan gelar drs. Semoga artikel ini membantu kamu memahami dan menggunakan gelar ini dengan benar dan profesional di berbagai situasi.